Sabtu, 22 Oktober 2011

BERBAGAI PENDEKATAN PSIKOLOGI TENTANG PERILAKU MANUSIA

Diposkan oleh ayuputri.pratiwi di 10.04 0 komentar
Dalam dunia psikologi memiliki pendekatan-pendekatan untuk melihat dan menilai perilaku manusia. Setiap pendekatan memandang manusia dengan cara yang berlainan. Adapun
pendekatan tersebut adalah :
  1.  Pendekatan neurobiologik
  2. Pendekatan psikoanalisis
  3. Pendekatan perilaku
  4. Pendekatan kognitif
  5. Pendekatan humanistik

A. PENDEKATAN NEUROBIOLOGIS


Pendekatan ini mencoba menjelaskan hubungan antara perilaku yang dapat diamati dan kejadian-kejadian mental (seperti pikiran dan emosi) menjadi proses biologis.

 Penemuan-penemuan penelitian telah menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat erat antara aktivitas otak dengan perilaku dan dengan pengalaman. Misalnya, reaksi emosi, seperti rasa takut dan marah, pada hewan dan manusia dapat dirangsang dengan aliran listrik lemah di daerah tertentu yang jauh di bagian dalam otak.

Dari berbagai penelitian dikatakan, tindakan manusia yang paling rumit pun pada akhirnya mempunyai kemungkinan untuk di perinci dan diteliti dasar mekanisme neurobiologisnya.

Menurut Sukadji 1986, konsepsi psikologi mengenai manusia yang hanya didasarkan neurobiologi kurang memadai untuk menjelaskan perilaku manusia. oleh karena itu dibutuhkan pendekatan-pendekatan lain untuk mengkaji fenomena-fenomena psikologi.


B. PENDEKATAN PSIKOANALISIS

Jika kita ingin menganalisis manusia berdasarkan dengan perkembangan kepribadiannya atau proses sosialisasi serta mengidentifikasi perilaku agresi, kita tepat menggunakan pendekatan ini, yaitu pendekatan psikoanalisis.

Sigmund Freud adalah orang pertama yang memperkenalkan pendekatan psikoanalisis. sesungguhnya psikoanalisis adalah teknik psycho-therapeutic. Berdasarkan pengalaman terapi terhadap penderita gangguan jiwa yang disebut neurotic maka Freud menerbitkan buku The Interpretation of Dreams.

apa yang mendasari timbulnya teori psikoanalisis ini??. yang menjadi anggapan dasar Freud adalah bahwa perilaku manusia ditentukan oleh insting bawaan yang sebagian besar tidak disadari. Proses ketidak sadaran ini menurut Freud adalah proses terpengaruhnya perilaku oleh pikiran, ketakutan atau keinginan-keinginan yang tidak didasari oleh orangnya. 

Hal terpenting dari pendekatan psikoanalisis adalah bahwa tindakan manusia mempunyai sebab. Namun, penyebabnya sering kali berupa motif-motif yang tidak disadari, bukan alasan rasional yang diberikan oleh seseorang terhadap perilakunya. Dalam pandangan psikoanalis, kepribadian manusia merupakan interaksi antara id,ego, superego.

Id dimaksudkan sebagai hawa nafsu yang memuat dorongan-dorongan biologis manusia.
Contohnya, id-lah yang mendorong kita untuk makan,minum, berhubungan seksual, dan dorongan-dorongan biologis lain yang bermuara pada pencapaian kesenangan. Id bergerak dengan kesenangan dan dengan id kita tidak peduli dengan orang lain, lingkungan sekitar ataupun pada seluruh bentuk kenyataan hidup.

Id bersifat egois. Dalam id terdapat dua insting yang dominan, yaitu (i). libido atau eros, dan (ii) thanatos. Libido adalah insting reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk melakukan kegiatan agar tetap hidup. Sedangkan thanatos adalah insting yang merusak pada kematian

Ego bergerak berdasarkan perinsip realitas adalah struktur kepribadian yang membawa kita untuk menjejak pada kenyataan sosial. Oleh sebab itu ego pulalah yang membuat keinginan-keinginan kita terpenuhi. Sebaliknya Id hanya menghasilkan sejumlah keinginan, tetapi bukan memenuhinya.
Contoh ego : jika anda seorang karyawan, anda tidak bisa begitu saja (walaupun ingin sekali!) memaki atau menegur atasan anda karena perlakuan atasan anda yang tidak adil dan seenaknya. Pada saat seperti itu , anda harus melihat realitas. Dalam kedudukan atasan dan bawahan itu memang posisi anda lebih lemah, power ada pada atasan anda. Bahkan, dalam banyak kejadian, ketika anda ingin memperjuangkan hak anda, teman-teman anda sesama karyawan menasihati anda untuk tidak usah berbuat macam-macam. Mereka berkata "sudahlah, jangan diteruskan, nanti kamu rugi akan berlipat-lipat".

Superego dipandang sebagai polisi kepribadian, hati nurani yang berupaya mewujudkan keinginan-keinginan ideal kita, yaitu norma-norma sosial dan kultural masyarakat kita.

Id melahirkan keinginan kita untuk memiliki rumah mewah, mobil mutakhir, pasangan cantik jelita dan ganteng, dan atribut-atribut kemewahan lainnya. Oleh karena posisi memungkinkan, keinginan itu tidak diwujudkan dengan korupsi. Namun dorongan korupsi menjadi kuat karena banyak orang yang melakukannya. Ego melihat realitas ini dan memberi kemungkinan kepada id untuk merealisasikan keinginannya. Namun super ego memperingatkan bahwa korupsi tidak boleh dilakukan. Oleh karena nilai sosial dan kultural masih dipegang seperti itu, Ego pun menjadi bingung dan frustasi. boleh atau tidakkah korupsi dilakukan? Biasanya Ego akan melakukan distorsi realitas, misalnya berfikir, si A yang terkenal idealis itu pun akhirnya korupsi juga, kok.


C. PENDEKATAN PERILAKU

Menurut Watson jika psikologi ingin diakui sebagai ilmu maka data harus diperoleh dari yang dapat diamati dan dapat diukur. Pndekatan ini adalah "angkatan kedua" dalam psikologi, sesudah psikoanalisis. Mazhab ini lahir di amerika, ketika metode ilmiah dipercaya sebagai satu-satunya cara mengetahui perilaku yang dapat diandalkan (Rakhmat,2003).

Behaviorisme adalah pendekatan yang sangat bermanfaat untuk menjelaskan persepsi interpersonal, konsep diri,eksperimen, sosialisasi, kontrol sosial,serta ganjaran dan hukuman. 

Berbeda dengan psikoanalisis yang melihat bahwa perilaku manusia lahir dari keinginan bawah sadar  mereka, behaviorisme (perilaku) menganailis perilaku manusia hanya berdasarkan perilaku yang tampak dan dapt diukur.

Behaviorisme percaya bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari proses belajar. manusia belajar dari lingkungannya dan dari hasil belajar itulah ia berperilaku. Oleh karena itu, manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungannya.

Pendekatan ini juga berpendirian bahwa manusia dilahirkan tanpa sifat-sifat sosial atau psikologis. Perilaku adalah hasil pengalaman dan perilaku digerakkan atau dimotivasikan oleh kebutuhan untuk memperbanyak kesenangan dan mengurangi penderitaan (Rakhmat,1994).

Pendekatan ini juga disebut  psikologi Stimulus-Response (S-R). Pendekatan S-R yang ketat tidak mempertimbangkan pengalaman kesadaran seseorang. Sebagaimana yang dikatakan Sukadji, pengalaman sadar hanyalah kejadian-kejadian yang dialami dengan kesadaran penuh. Pengalaman sadar itu hanya dapat diketahui oleh anda sendiri, seorang peneliti hanya bisa melihat dan menilai tindakan anda, emosi yang sedang anda alami.


D. PENDEKATAN KOGNITIF

Psikologi kognitif berpendapat bahwa manusia bukan hanya penerima stimuli yang pasif. Mental manusia mengolah informasi yang diterimanya dan mengubahnya menjadi bentuk-bentuk baru dan memilihnya kedalam kategori-kategori.
  
Kognisi adalah sebutan bagi proses berbagai cara manusia mentransformasikan masukan indrawi, membubuhi kode-kode pada masukan ini, dan menyimpan kode-kode kedalam ingatan serta mengambil kembali untuk dipergunakan jika diperlukan. Persepsi, pembentukan image, pemecahan masalah, ingatan dan berfikir, semuanya adalah istilah yang menggambarkan fase-fase hipotetik terjadinya kognisi.

Pendekatan kognitif adalah pendekatan yang menanggapi keresahan orang ketika behaviorisme tidak mampu menjawab mengapa ada orang yang berperilaku berbeda dari lingkungannya, yakni ia memiliki motif pribadinya sendiri. Juga karena terlihat bagaimana pasifnya manusia. 

Psikologi kognitif berusaha meneliti proses-proses mental dengan cara objektif dan ilmiah. Pendekatan ini melihat manusia sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya, makhluk yang selalu berfikir. Perilaku manusia harus dilihat dari konteksnya. Perilaku manusia bukan sekedar hasil dari proses menanggapi stimulus yang diterimanya.
Menurut Kurt Lewin, tokoh pendekatan ini, dengan rumus :
B= f(P,E)
Ket : B= behavior. adalah hasil interaksi antar keseluruhan diri seseorang
P= person. dengan lingkungan psikologinya
E= enviroment.

Dengan pandangan tersebut, Lewin menyatakan bahwa dalam suatu kelompok manusia akan terdapat sifat-sifat kelompok yang tidak dimiliki individu.



Mereka Leon Festinger dan Fritz Heider adalah tokoh teori konsistensi kognitif. teori ini menyatakan bahwa manusia cenderung mengalami ketegangan pada saat kebutuhan psikologinya belum terpenuhi. Pada saat seperti ini, ia termotivasi untuk mengurangi ketegangan tersebut. Agar tidak terjadi ketegangan ia berusaha mengoptimalisasi dalam persepsi,perasaan,kognisi dan pengalamannya.
 Misalnya, si A sorang perokok berat. suatu hari ia merasa terganggu dengan berita di surat kabar yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya dan penyebab kematian no satu. Membaca berita itu menyebabkan ketegangan pada diri si A. ia pingin berhenti merokok, namun itu sudah menjadi kebiasaan yang sangat sulit dihentikan. Apa yang harus dilakukan? ia tentu tak mau lama-lama tegang. ia segera ,encari informasi lanjutan. Setelah informasi diterima, ia memiliki beberapa pilihan keputusan seperti :
(i) berhenti merokok sama sekali
(ii) terus merokok dengan alasan bahwa penelitian tentang rokok itu bisa saja salah
(iii)terus merokok dengan alasan dokter keluarga juga merokok
(iv) terus merokok dengan filter
E. PENDEKATAN HUMANISTIK
  
Pendekatan-pendekatan psikologi sebelumnya ternyata belum berhasi mengungkap manusia secara keseluruhan.
dalam pendekatan ini, manusia dipandang sebagai Homo Ludes (manusia bermain). setiap manusia hidup dalam pengalaman pribadinya yang unik. Tidak akan ada satu manusiapun yang memiliki pengalaman yang sama.
Pendekatan ini berpendapat manusia bukan hanya sekedar wayang, yang sibuk mencari identitas, namun ia juga berupaya mencari makna, baik makna kehidupannya, makna kehadirannya di lingkungan, serta apa yang dapat diberikannya kepada lingkungan.



Carl Rogers mengatakan, "kecenderungan batiniah manusia ialah menuju kesehatan dan keutuhan diri. Dalam kondisi yang normal ia berperilaku rasional dan konstruktif, serta memilih jalan menuju pengembangan dan aktualisasi diri". aktualisasi diri adalah mewujudkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Psikologi humanistik menekankan kreativitas, vitalitas emosi, eutentisitas, dan pencarian makna diatas kepuasan materi. Pendekatan ini merupakan penampakan sosial dari upaya kita untuk membina hati dan tubuh yang bijak sebagaimana jiwa yang bijak (Rakhmat, 2003).
Psikologi humanistik bertumpu pada tiga dasar pijakan, yaitu :
(i) keunikan manusia
(ii) pentingnya nilai dan makna
(iii) kemampuan manusia untuk mengembangkan diri.
Jadi, pendekatan ini menilai manusia tidak digerakan oleh kekuatan luar yang tidak dapat di kontrolnya, tetapi manusia adlah pemeran yang mampu mengontrol nasib sendiri dan mampu mengubah dunia di sekelilingnya.
bersumber dari buku Universitas terbuka. gambar dari google.

Sabtu, 15 Oktober 2011

PENGERTIAN PSIKOLOGI KOMUNIKASI

Diposkan oleh ayuputri.pratiwi di 09.21 0 komentar
Apakah kalian pernah terfikir untuk tidak melakukan proses komunikasi?? jika pernah maka anda harus menjauhkan pikiran tersebut karena kita tidak dapat menghindar dari yang namanya proses komunikasi. Mungkin kalian menganggap berdiam diri termasuk tidak melakukan proses komunikasi, tapi sebenarnya diam itu termasuk dalam proses komunikasi. Misalkan anda marah dengan orang-orang di rumah anda. Anda mengatakan kepada mereka, "saya tidak akan mau berbicara dengan kalian orang-orang di rumah ini!" lalu anda membanting pintu kamar, menguncinya, dan seharian tidak keluar dari kamar anda. Anda ingin memutuskan kontak dengan orang-orang rumah. Anda diam di kamar, merenung, mendengarkan musik, membaca komik di kamar. Anda mengatakan pada diri anda seolah olah anda tidak mau lagi berkomunikasi. Akan tetapi, sesungguhnya bantingan pintu kamar anda, diamnya anda seharian di kamar menunjukan bahwa anda berkomunikasi. Mengapa demikian?? karna perilaku anda tersebut menyampaikan  pesan kepada orang-orang rumah bahwa anda marah.


Pengertian Psikologi

Psikologi adalah studi ilmiah mengenai perilaku dan proses mental menurut papalia & olds 1985. Psikologi menurut arti kata berasal dari bahasa latin psyche  yang artinya jiwa atau soul dan logos artinya kata atau wacana. Untuk menjelaskan perilaku manusia dalam menanggapi lingkungannya, manusia mempunyai empat reaksi dasar yaitu :
1. Reaksi instrumental 
Reaksi ini berupa tindakan atau menyangkut gerakan. seperti berjalan, makan, berbicara.
2. Reaksi kognitif
Sistem reaksi ini terdiri dari berfikir, membuat rencana dan berimajinasi.
3. Reaksi afektif
Reaksi afektif termasuk dalam sistem. contohnya perilaku emosional.
4. Reaksi persepsi
Melibatkan satu atau lebih alat indra kita, serperti indra penglihatan, pendengaran, peraba, pengecap.


Dalam kajian psikologis terdapat empat tujuan, menurut papalia & olds (1985), yakni sebagai berikut.
1.Deskriptif. artinya psikologi memberikan informasi tentang apa yang sedang terjadi. contoh : ada hubungannya antara tingkat pendidikan dengan makin panjang usia seseorang. kita tidak mengetahui mengapa hubungan itu terjadi, kita hanya mengetahui hubungan itu ada.
2.Eksplanasi. psikologi memberikan informasi tentang mengapa sesuatu terjadi. contoh yang sudah disebutkan diatas : mungkin saja orang yang berpendidikan tinggi akan memiliki usia yang lebih panjang karena mereka hidup lebih baik dan lebih mengetahui apa saja yang harus di lakukan ketika sakit.
 3.Prediksi. artinya psikologi bertujuan untuk meramalkan peristiwa yang terjadi di masa depan. contoh : tes IQ digunakan untuk memprediksi keberhasilan siswa di sekolah.
 4.Modifikasi. tujuannya untuk mengubah atau mengontrol perilaku. contohnya yang sudah di sebutkan pada butir 3, apabila tes IQ menunjukan siswa pemilih taraf kecerdasan yang tinggi, tetapi prestasi belajarnya sangat rendah maka perlu dilakukan terapi tertentu untuk mengoptimalkan fusi kecerdasan siswa tersebut.



SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI

Sejarah psikologi dapat dilacak sejak masa kuno, ketika orang mulai mengajukan pertanyaan tentang hakikat manusia dan mencoba menjelaskan tentang perilaku manusia. Filsuf Yunani dan Romawi mulai membahas apakah pikiran itu dan dimanakah letaknya. 
  Aristoteles
Ia memperkenalkan konsep pikiran sebagai "tabula rasa" (keadaan kosong), yang tetap akan kosong sampai dengan di tulis oleh pengalaman.
  John Locke (1632-1704)
Beliau adalah filsuf yang berasal dari inggris. Ia mengadopsi istilah yang disebutkan oleh aristoteles yaitu tabula rasa untuk mengekspresikan pandangannya mengenai pikiran manusia yang kemudian dikenal sebagai teori tabula rasa, artinya manusia di lahirkan ibarat selembar kertas kosong. Pengalamanlah yang mencoret-coret kertas tersebut.
   Rene Descartes
berpendapat berlawanan dengan John Locke, menurutnya kita dilahirkan dengan gagasan dan kemampuan-kemampuan tertentu. descartes berpandangan bahwa tubuh dan pikiran adalah dua bagian yang terpisah namun saling mempengaruhi satu sama lain.


Semua pandangan ini berusaha mengkaji mengenai manusia, tetapi itu bukanlah psikologi yang sesungguhnya. mengapa demikian?? semua pandangan tersebut lebih didasarkan pada pendapat, bukan hasil suatu kajian ilmiah.


   Philipp Melanchton
Ia lah yang menyebut istilah psikologi pertama kali, tepatnya pada tahu 1530. beliau berasal dari jerman. istilang psikologi digunakan  sebagai judul topik ceramah akademisnya mengenai jiwa. penggunaan istilah tersebut agar untuk membedakan dengan topik pneumatologi. peneumatologi adalah studi mengenai jiwa manusia yang berkaitan dengan malaikat, roh jahat dan tuhan.
     Wilhelm Wundt
Tahun 1879 dinggap sebagai tahun kelahiran psikologi sebagai ilmu. ini dikarenakan beliau membangun sebuah labolatorium psikologi pertama di Leipzig, Jerman. wundt juga menyatakan dirinya sebagai ahli psikologi, maka dari situlah beliau di juluki bapak psikologi.


Semula psikologi merupakan hasil perkawinan filsafat dengan ilmu faal (fisiologis). Kombinasi antara minat menjelaskan perilaku dan minat terhadap penggunaan metode ilmu pengetahuan alam menyebabkan psikologi memisahkan diri menjadi satu disiplin ilmu tersendiri.
     William James
Di Amerika Serikat juga berkembang disiplin ilmu psikologi pada tahun 1875. kajian pertama mengenai psikologi eksperimental dan di selenggarakan di Harvard University oleh beliau.
       G. Stanley Hall
Hall adalah dokter psikologi pertama di Amerika (1878). pada tahun 1883 Hall mendirikan laboratorium di John Hopkins University. laboratorium tersebut merupakan  laobaratorium psikologi pertama yang berada di Amerika serikat.


PSIKOLOGI SOSIAL


Psikologi sosial adalah kajian ilmiah mengenai perilaku individu dalam konteks sosial menurut Sears dkk, 1985. studi ini menyangkut bagaimana kita memahami orang-orang lain dan situasi sosial, bagaimana respon mereka pada kita, dan secara umum bagaimana kita di pengaruhi oleh situasi sosial.

Pada tahun 1992 Weber menjelaskan bahwa diantara bidang-bidang kajian psikologi, psikologi sosial mengadopsi lebih banyak hal-hal eksternal dan lebih menekankan faktor-faktor situasional daripada faktor-faktor personal.


Rakhmat (1992) menulis buku pertama tentang psikologi sosial. Ia mendefinisikan psikologi sosial sebagai ilmu yang berusaha memahami dan menguraikan keseragaman dalam perasaan, kepercayaan atau kemauan juga tindakan yang diakibatkan oleh interaksi sosial.




SEJARAH BERDIRINYA ILMU KOMUNIKASI


Dilihat dari sejarah perkembangannya, ilmu komunikasi memang banyak dibesarkan oleh para peneliti psikologi. Wilbur Schram (1981) mengidentifikasi ada empat "Bapak Studi Komunikasi", yaitu 
Paul Lazarsfeld
Psikolog imigran dari Vienna yang banyak dipengaruhi pemikiran "Bapak Psikoanalisis" Sigmund Freud. sumbangan beliau yang paling besar adalah dalam studi komunikasi massa, khususnya efek media massa.
Kurt Lewin
Ilmuan Jerman yang bermigrasi ke Amerika Serikat pada awal 1930-an karena melarikan diri dari rezim Nazi Hitler. Ia ahli psikologi eksperimental dari Universitas Berlin. Lewin adalah ilmuan yang mengawinkan riset psikologi sosial dasar dengan terapan dan ia seorang ahli psikologi dinamika kelompok. Ia juga sorang pionir dalam kajian komunikasi kelompok.
Harlord Lasswell


 Carl Hovland

 Beliau ahli psikologi eksperimental. Pada tahun 1930-an dan 1940-an, ia adalah salah satu dari sejumlah ilmuan sosial Amerika terpenting yang mengadakan riset komunikasi. Hovland memperkenalkan tradisi penelitian mikro mengenai perubahan sikap individu.


LINGKUP PSIKOLOGI KOMUNIKASI


Setiap penglaman komunikasi menghasilkan satu atau lebih fungsi. Ada tiga fungsi komunikasi yaitu 
(i) memahami diri sendiri dan orang lain 
(ii) memapankan hubungan yg bermakna
(ii) mengubah sikap dan perilaku

HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN KOMUNIKASI

Ahli komunikasi Jalaluddin Rakhmat menyatakan bahwa dalam psikologi, komunikasi memiliki makna yang luas. Komunikasi meliputi segala penyampaian energi,gelombang suara,tanda diantara tempat,sistem atau organisme.
Psikologi berusaha melihat komunikasi dalam kaitan perilaku manusia dan mencoba menyimpulkan proses kesadaran yang menyebabkan terjadinya perilaku itu. komunikasi disini cenderung di bahas dalam konteks sosial.

PSIKOLOGI KOMUNIKASI

George Miller mengartikan psikologi komunikasi sebagai ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral (perilaku) dalam komunikasi. Menguraikan berarti menganalisis suatu tindakan komunikasi dapat terjadi.
Ada lima tolak ukur efektifitas komunikasi menurut Tubbs dan Moss , yaitu sebgai berikut.
1.Pengertian. artinya menerima yang cermat dari sisi stimuli seperti yang dimaksudkan komunikator.
2.Kesenangan. komunikasi di tunjukkan untuk menunjukan kesenangan, komunikasi yang demikian menjadikan hubungan kita dengan orang lain menjadi hangat,akrab, dan menyenangkan.
3.Pengaruh pada sikap. Inilah komunikasi yang paling sering kita lakukan untuk mempengaruhi orang lain. dalam hal ini di kenal dengan sebutan persuasi.
4.Hubungan yg makin baik. komunikasi juga bertujuan untuk menumbuhkan hubungan sosial yang baik.
5.Tindakan. terkait dengan persuasi makan komunikasi dimaksudkan untuk melahirkan tindakan yang dikehendaki.
sumber dari buku psikologi komunikasi, universitas terbuka. gambar dari google.

Kamis, 13 Oktober 2011

Persepsi Dan Sensasi

Diposkan oleh ayuputri.pratiwi di 06.58 0 komentar
SENSASI 
 Pada dasarnya manusia dikelilingi oleh bermacam-macam sensasi dalam kehidupannya. tapi tau kah anda apa yang dimaksud sensasi tersebut??
SENSASI berasal dari kata sense, yang mengandung arti alat indra, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Jadi secara garis besar sensasi adalah proses manusia dalam menangkap stimuli melalui alat indra yang manusia miliki.  Stimuli adalah apa saja yang dapat mnyentuh alat indra, baik dari dalam dan luar. Macam-macam alat indra dari mulai yang paling penting yaitu indra penglihatan, pendengaran,peraba dan pengecap. Selain  ke5 alat indra tersebut ada pula indra kinestesis dan vestibular (ini dalam dunia psikologi). Indra kinestesis berarti indra yang memberi informasi tentang posisi tubuh dan anggota badan. contoh indra kinestesis yaitu mengarahkan arah pandangan kita ke kanan jika kita ingin melihat sesuatu yang berada di sebelah kanan. Sedangkan alat indra vestibular adalah alat indra yang dapat menjaga keseimbangan, contoh alat ini adlah telinga.
CONTOH sensasi : jika telinga kita mendengar musik pop.
Sensasi juga dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor situasional dan faktor personal. Dalam faktor situasional mencakup segala hal atau situasi yang berada di luar, seperti keras lembutnya suara, tajam dan halusnya bebauan dan terang dan buramnya cahaya. Sedangkan faktor personal adalah hal-hal yang dimiliki oleh seseorang, seperti kapasitas alat indra,pengalaman dan lingkungan budaya. Kedua faktor tersebut yang menyebabkan berbedanya penerimaan sensasi pada setiap orang (antara orang yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda).


PERSEPSI
Sensasi merupakan awal mulanya sebuah proses persepsi. Persepsi adalah cara kita menginterpretasikan pesan yang telah diproses oleh sistem indrawi kita (sensasi). Contoh : saat saya melihat honda jazz berwarna merah (sensasi), kemudian kita teringat dengan mobil honda jazz merah milik kekasih saya. Bila kita melakukan proses persepsi maka manusia dapat memperoleh pengetahuan baru, ini di karenakan  persepsi mengubah sensasi menjadi suatu informasi.


Gambar diatas adlah gambar proses persepsi. Dalam gambar tersebut terlihat sebuah kucing dan seorang manusia. Manusia itu melihat sinar cahaya  lalu setelah indra penglihatnya (mata) melihat, syaraf merepresentasikan kucing tersebut. Setelah itu  saraf penyebab dan menghubungkan dengan kesadaran, lalu kucing itu seperti kucing yang dirasakan oleh manusia (pengamat eksternal).


Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi
Setiap individu akan memaknai berbeda pada suatu stimuli, walaupun stimuli tersebut berasal dari objek yang sama. Hal ini merupakan persepsi selektif, yakni kita memilih makna tertentu atas suatu setimuli yang di terima oleh alat indra kita.


Coba kalian perhatikan baik baik gambar diatas. Bentuk apakah pada gambar tersebut??. Mungkin anda ada yang melihat seperti gambar dua orang muka tampak samping dan ada pula yang melihat gambar sebuah piala pada gambar diatas.


Atau pada kambar kedua ini. Gambar apakah itu?? , sekilas kita dapat mengartikan itu adalah sebuah pohon tua dan kering yang sudah tidak memiliki daun-daun (tinggal ranting saja) dan jika kita melihat lebih cermat lagi maka akan terlihat ada delapan wajah.

Sekarang  kita pasti bingung apa sih yang bisa membedakan persepsi orang walaupun dalam satu objek yang sama?? jawabannya ada faktor faktor yang mempengaruhi ini semua. faktor itu adalah :
1.FAKTOR PERSONAL  
Persepsi tidak hanya ditentukan oleh jenis dan bentuk, tetapi juga dengan karakteristik orang yang memberikan respons pada stimuli tersebut. ketika di perlihatkan suatu gambar pada orang lapar dengan orang yang kenyang, maka orang lapar akan menanggapi gambar sebagai makanan, daripada orang yang tidak lapar.
Krech dan Crutchfield (rakhmat,2003) merumuskan dalil "persepsi bersifat selektif secara fungsional", artinya objek-objek yang diberi tekanan dalam persepsi biasanya merupakan objek-objek yang memenuhi tujuan individu tersebut. hal ini dipengaruhi oleh kebutuhan,suasana mental,suasana emosional dan latar blakang budaya.
2. FAKTOR STRUKTURAL
Pada faktor ini berasal dari sifat stimuli fisik dan efek-efek syaraf yang ditimbulkan pada sistem syaraf individu. apabila kita memersepsikan sesuatu, menurut aliran "GESTATL" kita memersepsinya sebagai suatu keseluruhan (rakhmat,2003).
Macam-macam cara menyusun stimuli menurut hukum Gestalt :
1.Prinsip kedekatan (letak stimuli yang berdekatan cenderung terlihat sebagai kelompok)
2.Prinsip kesamaan (stimuli yang sama tampak sebagai kelompok)
3.Prinsip kelengkapan ( cenderung melengkapi bagian yang kosong dan melihat gambaran yang lengkap terutama apabila objek itu kosong).
sumber dari buku psikologi komunikasi, universitas terbuka. gambar di dapat dari google .

 

TUGAS PSIKOLOGI KOMUNIKASI Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez